Halaman

Rabu, 13 November 2013

Kemacetan Bekasi Timur, Keuntungan Buat Pengembang?

BEKASI, KOMPAS.com — Besarnya potensi Bekasi salah satunya dilirik oleh ISPI Group dengan peletakan batu pertama Giant Ekspress dan kawasan ruko Greenery Shoping Avenue di Bekasi, Kamis (10/10/2013). Fasilitas ritel ini menyasar kalangan masyarakat di Perumahan Mutiara Gading Timur dan sekitarnya.

"Ini kerja sama kedua dengan Giant setelah yang pertama di Cikarang," ujar Komisaris ISPI Group Preadi Ekarto.

Preadi mengatakan, luas area proyek di Cikarang sebesar 3.000 m2. Sementara itu, luas tanah di Bekasi ini 5.000 m2, yang masuk dalam area Columbus Park seluas 4 hektar.

"Kami masih punya cadangan 50 hektar," tambahnya.

Giant Ekspress merupakan salah satu produk PT Hero Group. Berbeda dengan hypermarket-nya, proyek baru ini dibangun di atas tanah seluas 3.000 m2 dan menggunakan gross area 1.200 sampai 1.400 m2. Adapun area supermarket utamanya hanya 800 m2. Bandingkan dengan Giant Hypermart yang perlu tanah seluas 1,5 hektar dengan luas supermarket inti 3.000 m2.

Tampaknya, kerja sama ini mengindikasikan adanya tren yang semakin jamak di kawasan-kawasan penyangga Ibu Kota. Pengamatan KOMPAS.com di lapangan, Mutiara Gading Timur yang ada di kawasan Bekasi Timur dapat ditempuh antara 45 menit hingga 60 menit dari kawasan Pancoran. Hanya, estimasi ini dengan anggapan kondisi jalan tidak padat.

Sayangnya, setiap akhir pekan, khususnya mulai Jumat malam, akses menuju dan menjauhi Bekasi Timur sangat padat. Penduduk setempat bisa "terjebak" lama di dalam kawasan tersebut.

Namun, justru di situlah muncul peluang usaha. Dengan sulitnya akses menuju pusat kota pada waktu-waktu tertentu, penduduk Bekasi Timur contohnya, membutuhkan pusat ritel dan hiburan mandiri.

Rencananya, ISPI menyiapkan hiburan keluarga berupa taman air (waterpark) beserta pusat perbelanjaan (mal), Giant Ekspress, ruko, dan convenient store Starmart. Intinya, Mutiara Gading Timur akan mulai menjadi kota mandiri. Nantinya, semua ritel di sini akan menunggu konsumen potensial sebanyak 20.000 kepala keluarga di sekitar perumahan Mutiara Gading Timur dan sekitar 10.000 kepala keluarga di dalam perumahan tersebut.

Sebelumnya, ISPI Group sudah meluncurkan Columbus Park, sebuah pusat hiburan keluarga berupa waterpark di Perumahan Mutiara Gading Timur. Sebagai perbandingan, Taman Air Columbus ini mendapat kunjungan sekitar 10.000 hingga 15.000 orang setiap bulan. Sementara itu, pada hari libur mencapai sekitar 2.500 pengunjung.

"Investasi di daerah itu sudah kita tanamkan sebanyak Rp 600 miliar. Jumlah ini kira-kira sama dengan sebesar 300 unit ruko dan rumah kira-kira 200 unit," kata Preadi.

Rencananya, ISPI akan meluncurkan ruko Greenery Shopping Avenue di kawasan ini. Harga perdananya bahkan mencapai Rp 2 miliar per unit.

Sumber : http://properti.kompas.com/read/2013/10/10/2044449/Kemacetan.Bekasi.Timur.Keuntungan.buat.Pengembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar